Budaya dan Tradisi Masyarakat Parigi Moutong

Ada sejumlah budaya masyarakat Parigi Moutong yang menjadi kehormatan hati masyarakat setempat sampai sekarang, contohnya tarian dan ritual keagamaan. Berikut ini merupakan kebiasaan dan tradisi masyarakat kota Mutiara Khatulistiwa yang masih lestari sampai kini:

  1. Mitologi Yele Fulang

Yele Fulang adalahtari kreasi yang bermunculan dari mitologi di Desa Tinombo. Tinombo adalahsebuah desa yang sedang di Parigi Moutong. Mitologi tersebut menceritakan tentang seorang putri raja mempunyai nama Yele Fulang yang semenjak remaja telah berpisah dari orangtuanya dan menegakkan kerajaan kecil sendiri di dekat Sungai Palasa.

  1. Syukuran Panen Suku Lauje

Suku Lauje ialah suku asal Sulawesi Tengah yang terseba di sejumlah kota laksana Doggala, Tolitoli, Poso, Banggai, dan Parigi Moutong. Syukuran panen ini dilaksanakan dengan melarung sesajen ke laut. Ritual syukuran ini dilaksanakan sebagai format rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh oleh semua petani.

  1. Makanan Khas Parigi Moutong

Berkunjung ke Parigi Moutong akan tidak cukup lengkap rasanya andai tidak menyantap sajian khas kota ini. Berikut ialah makanan khas Parigi Moutong yang tidak boleh anda lewatkan.

  1. Lalampa toboli

Makanan ini kesatu diciptakan oleh Cik Sungi pada tahun 1963. Makanan ini serupa dengan lemper namun diciptakan lebih panjang dan langsing. Bahan utamanya ialah beras ketan putih yang dipenuhi ikan cakalang bakar yang digiling halus kemudian ditumis dengan bumbu-bumbu tertentu, dibalut daun pisang dan ujungnya ditusuk lidi. Selanjutnya dihanguskan dengan arang batok kelapa. Cukup menerbitkan uang Rp 5.000,00 menemukan tiga buah lalampa.

  1. Binte kaili

Binte kaili berbahan dasar biji jagung muda yang sekilas terlihat laksana sup. Kuliner ini berisi suwiran ikan laut yang meningkatkan lezatnya kuah binte. Cocok dicicipi dalam suasana panas.

  1. Kapurung

Makanan ini berbahan dasar sagu. Teksturnya serupa papeda, dimakan dengan kuah dan suwiran daging ikan. Kapurung akan disajikan dengan potongan bola kecil seperti sagu dengan rasa yang lembut saat dimakan.

Kunjungi Kami:

GEMASULAWESI

Situs Berita Online Sulawesi Tengah, Palu dan Parigi Moutong

gemasulawesi.com

About admin

Leave a Comment

Previous

Tempat Kursus Bahasa Inggris Terbaik di Jogja

Sekilas Mengenai E-Catalogue; Definisi dan Penerapannya

Next